Arsitektur Logika Rekursif
Untuk membangun otak digital yang kompleks, kita harus terlebih dahulu menentukan tata bahasa dari bahasa mereka. Dalam aljabar Boolean apa pun $(S, +, \cdot, ', 0, 1)$, kita mendefinisikan ekspresi Boolean atas himpunan variabel $x_1, \dots, x_n$ melalui proses induksi struktural:
1. Setiap konstanta $s \in S$ adalah ekspresi Boolean.
2. Setiap variabel $x_1, \dots, x_n$ adalah ekspresi Boolean.
Jika $X_1$ dan $X_2$ sudah merupakan ekspresi Boolean, maka berikut ini juga merupakan ekspresi yang valid:
$(X_1), \quad X_1', \quad X_1 + X_2, \quad X_1 \cdot X_2$
Prioritas dan Efisiensi
Dalam ketiadaan tanda kurung, kita mengikuti hierarki ketat untuk menghindari ambiguitas: Konjungsi ($\\land$) selalu memiliki prioritas lebih tinggi daripada Disjungsi ($\\lor$). Selain itu, untuk mengoptimalkan desain perangkat keras, kita menggunakan gerbang $n$-masukan. Alih-alih menghubungkan beberapa gerbang 2-masukan secara berurutan, kita mewakili $a_1 \vee a_2 \vee \dots \vee a_n$ sebagai satu unit logika tunggal, mengurangi keterlambatan propagasi dan menyederhanakan topologi rangkaian.
Prinsip Pemetaan Struktural
Setiap ekspresi aljabar adalah rancangan untuk rangkaian fisik. Pertimbangkan pembuatan untuk $(x_1 \wedge (\neg x_2 \vee x_3)) \vee x_2$:
- Lapisan Dalam: Kita pertama kali mengisolasi $(\neg x_2 \vee x_3)$ dengan menggunakan gerbang NOT dan gerbang OR.
- Lapisan Tengah: Hasil tersebut dimasukkan ke dalam gerbang AND bersamaan dengan sinyal dari $x_1$.
- Lapisan Luar: Akhirnya, output AND dan jalur $x_2$ asli bertemu di gerbang OR akhir.